Jemaah Haji Asal Garut Berangkat ke Tanah Suci
Kegiatan persiapan keberangkatan jemaah haji asal Garut untuk musim haji 1447 H /2026 telah berlangsung lancar. Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umroh Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengungkapkan bahwa seluruh proses persiapan, termasuk bimbingan manasik haji dan distribusi perlengkapan akomodasi, telah berjalan dengan baik.
Proses Keberangkatan
Rencananya, jemaah haji dari Garut akan menggunakan fasilitas asrama jemaah haji di Indramayu. Mereka akan dilepas menggunakan lima bus bantuan dari Pemda Garut untuk mempermudah keberangkatan rombongan. Adapun jalur yang akan digunakan adalah Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka. Tahun ini, sekitar 169 jemaah haji beserta lima petugas haji akan berangkat, yang jumlahnya drastis berkurang dibanding tahun sebelumnya.
Indra menunjukkan bahwa penggunaan kuota jemaah haji Provinsi Jawa Barat menjadi alasan turunnya jumlah jemaah asal Garut yang berangkat tahun ini. Namun, hal yang patut dibanggakan adalah pemberian kartu nusuk haji yang diberikan di Indonesia, bukan di tanah suci seperti tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mempermudah para jemaah dalam proses persiapan.
Persiapan Jemaah
Pada manifest haji yang dikeluarkan Kemenhaj Garut, terdapat informasi bahwa Ija Watma (93) dari Kecamatan Bayongbong menjadi jemaah tertua, sedangkan jemaah termuda dipegang oleh Fadlan Haraz Akili (17) dari Tarogong Kidul. Keseluruhan jemaah haji asal Garut yang berangkat tahun ini tergabung dalam 10 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
