Wakapolri Bagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Masjid Panggilan Sujud
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi momen penting bagi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, untuk tidak hanya memperbaiki sarana ibadah, tetapi juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Anak Yatim Jadi Pusat Perhatian
Komjen Dedi menegaskan pentingnya peran masjid sebagai tempat memakmurkan umat, bukan hanya sebagai tempat ibadah semata. Oleh karena itu, dalam peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, tidak lupa untuk memberikan santunan kepada 25 anak yatim dari wilayah sekitar Lembang yang dibina melalui pengajian Yayasan Al-Khoiriyah.
Menurut Komjen Dedi, keberadaan anak yatim harus selalu dihormati dan diperhatikan, seiring dengan nilai-nilai empati, keikhlasan, dan rasa syukur yang harus dijunjung tinggi di setiap rumah ibadah. Kehadiran anak-anak yatim ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan tanggung jawab dalam setiap jabatan dan pelayanan yang diemban.
Santunan untuk Anak Yatim di Sekitar Sespim Lemdiklat Polri
25 anak yatim yang menerima santunan berasal dari lima wilayah Rukun Warga (RW) di sekitar Sespim Lemdiklat Polri. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang tinggal bersama keluarga atau wali, dan secara rutin mendapatkan pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah sejak tahun 2019.
Yayasan Al-Khoiriyah bukan hanya menjadi tempat pembinaan agama, tetapi juga memberikan pendidikan akhlak, serta pendampingan sosial bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
