Mayjen TNI (Purn) Trenggono, selaku Wakil Kepala BGN, memastikan bahwa moratorium sementara yang diberlakukan tidak berarti mengakhiri kerja sama dengan mitra secara permanen. Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada BGN untuk meningkatkan tata kelola program yang ada.
Tata Ulang bagi 27 Ribu SPPG
Dalam penjelasannya, Trenggono menyebut bahwa sekitar 27 ribu SPPG akan ditinjau ulang untuk memastikan seluruhnya beroperasi sesuai standar yang ditetapkan oleh BGN.
“Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali. Kemudian juga untuk SPPG yang lain-lain seperti yang 3T ini, kemudian yang lainnya juga akan kita berikan waktu. Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya,” ujarnya.
Fokus Evaluasi di Wilayah 3T
Proses evaluasi juga akan difokuskan pada SPPG yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah secara lebih optimal.
BGN tetap membuka saluran komunikasi dengan mitra, namun pembahasan akan dilakukan setelah proses penataan berjalan, agar dialog berjalan dengan lebih efektif.
“Jadi sekali lagi, tolong mungkin para mitra juga bukannya kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,” ungkap Trenggono.
