Kualitas Bahan Baku Tuna Mempengaruhi Keberhasilan Ekspor
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menegaskan bahwa mengakses pasar ekspor tidak hanya tentang akses pasar yang terbuka. Namun, kualitas bahan baku tuna yang berkualitas, legal, dapat ditelusuri, dan berasal dari praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab merupakan faktor kunci dalam kesuksesan ini.
Tarif Preferensi Nol Persen: Peluang Besar untuk Indonesia
Menurut Latif, adanya tarif preferensi nol persen memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor tuna dan cakalang. Namun, daya saing tersebut harus dimulai dari hulu, yaitu dalam proses penangkapan ikan di laut.
Ia menekankan bahwa kualitas tuna sangat penting dan dipengaruhi sejak proses penangkapan di laut. Penanganan ikan yang cepat dan tepat di atas kapal, penggunaan rantai dingin (cold chain), hingga proses pendaratan di pelabuhan perikanan adalah faktor-faktor krusial dalam menjaga mutu produk.
Dukungan KKP untuk Peningkatan Daya Saing Ekspor
KKP terus memberikan pembinaan dan pelatihan kepada nelayan tuna, awak kapal perikanan, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas mereka. Materi pelatihan mencakup berbagai teknik penangkapan yang bertanggung jawab, keterampilan awak kapal, penanganan ikan di atas kapal, hingga pemenuhan data ketertelusuran hasil tangkapan tuna.
Selain itu, melalui kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT), KKP memastikan kegiatan penangkapan tuna dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian sumber daya. Indonesia juga aktif dalam berbagai forum internasional terkait pengelolaan sumber daya tuna.
Dengan semua upaya ini, diharapkan industri perikanan Indonesia dapat memperoleh kepastian pasokan, meningkatkan daya saing ekspor, dan mensejahterakan nelayan secara berkelanjutan.
