Polisi Amankan 18 Pemuda Hendak Tawuran di Jakarta Timur

Date:

Sebanyak 18 pemuda yang diduga akan terlibat tawuran diamankan dalam patroli gabungan di dua lokasi di Jakarta Timur, Sabtu (12/9) malam hingga Minggu dini hari. Polisi turut menyita celurit, benda yang diduga bom molotov, bensin, serta bahan yang diduga tembakau sintetis.

Patroli tersebut melibatkan Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Seluruh pemuda yang diamankan beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada Polsek Pulogadung untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, operasi itu merupakan bagian dari upaya mencegah gangguan keamanan pada jam-jam rawan.

“Dalam kegiatan pencegahan gangguan keamanan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, benda yang diduga bom molotov, sebotol bensin, hingga satu plastik klip berisi bahan diduga tembakau sintetis,” kata Henik di Jakarta, Minggu.

Pengamanan berlangsung di Pulogadung dan Cakung

Pengamanan pertama dilakukan di Jalan Tirta, Cipinang, Pulogadung, sekitar pukul 23.50 WIB. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 10 orang. Barang bukti yang disita terdiri atas satu celurit, sembilan telepon genggam, dan empat sepeda motor.

Patroli gabungan selanjutnya bergerak menuju Jalan Amalia, Penggilingan, Cakung. Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas kembali mengamankan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran.

Di lokasi kedua, delapan pemuda diamankan bersama satu benda yang diduga bom molotov, sebotol bensin, satu plastik klip berisi bahan yang diduga tembakau sintetis, tiga telepon genggam, dan satu sepeda motor.

Dengan demikian, dari dua lokasi tersebut polisi menyita total 12 telepon genggam dan lima sepeda motor, selain sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rencana tawuran maupun pelanggaran hukum lainnya.

Patroli difokuskan pada jam rawan

Menurut Henik, patroli gabungan digelar sebagai langkah preventif untuk menekan kriminalitas jalanan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami juga terus memperkuat sinergi dengan jajaran kewilayahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Henik.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan lingkungan pergaulan anak, khususnya pada jam rawan. Komunikasi aktif dinilai penting untuk memastikan anak berada di rumah pada malam hingga dini hari.

“Kami mengajak orang tua untuk membangun komunikasi aktif dengan anak dan memastikan mereka berada di rumah pada jam rawan. Apabila masyarakat mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan, segera laporkan melalui layanan Kepolisian 110 agar petugas dapat segera menindaklanjuti,” kata Budi.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Polisi Fokus Dampingi Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23

Polda Metro Jaya menempatkan pemulihan korban sebagai prioritas dalam...

Menata Pertahanan Indonesia dari Dukungan Nasional hingga Struktur Satuan

Penataan pertahanan Indonesia perlu menghubungkan kesiapan sumber daya nasional dengan struktur satuan militer yang tepat.

Kurangi Sampah Plastik: Pentingnya Tas Belanja Reusable

Penggunaan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali menjadi...

Poco F9 Ultra dan F9 Pro Meluncur dengan Layar 185Hz

Poco resmi membawa F9 Ultra dan F9 Pro ke...