BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai Banyak Provinsi Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin. Dalam pemantauan terbarunya, BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi turun di banyak provinsi, dan sebagian di antaranya dapat disertai kilat serta angin kencang.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Dikutip dalam laman resmi BMKG di Jakarta, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang meliputi Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Lampung.
Selain itu, potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Puncak Musim Hujan Masih Berlangsung
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini masih berkaitan dengan periode puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari dan Februari. Dalam keterangannya, lembaga tersebut menyebut potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih cukup besar terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Artinya, situasi cuaca dalam beberapa hari ke depan belum sepenuhnya stabil, terutama bagi daerah yang memang sudah berada dalam jalur hujan aktif. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh tanda-tanda perubahan cuaca yang bisa datang cepat.
Waspada Dampak di Wilayah Rawan
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di dataran tinggi maupun daerah rawan longsor dan banjir agar lebih berhati-hati. Cuaca ekstrem, menurut BMKG, dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.
“Sebaiknya secara berkala atau sebelum beraktivitas, masyarakat memantau informasi cuaca yang dikeluarkan resmi oleh BMKG. Dengan begitu dapat lebih antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi cuaca ekstrem,” katanya.
