Peringatan BMKG untuk Penyelenggara Pemilu 2024: Waspadai Hujan Lebat di Jakarta
Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah penyangga saat hari pemungutan suara Pemilu 2024 memaksa semua pihak bergerak lebih cepat. BMKG mengingatkan penyelenggara pemilu, petugas lapangan, hingga warga untuk tidak menganggap remeh potensi cuaca ekstrem yang masih bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Di tengah agenda demokrasi yang sedang berjalan, keselamatan dan kesiapan teknis menjadi sorotan utama.
BMKG: Dinamika Atmosfer Meningkat, Risiko Hujan Masih Tinggi
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Rabu, menjelaskan bahwa peringatan itu didasarkan pada analisis dinamika atmosfer yang meningkat signifikan pada hari pemungutan suara. Menurut data BMKG, sejak 13-14 Februari terjadi perlambatan dan pertemuan angin di bagian utara Jakarta serta sejumlah daerah sekitarnya. Kondisi ini memperkuat pertumbuhan awan hujan dan memicu curah hujan tinggi di ibu kota.
Bahkan, BMKG mencatat potensi curah hujan lebat mencapai 170–180 milimeter per hari di DKI Jakarta. Pada Rabu pagi sejak sekitar pukul 07.00 WIB, hujan telah lebih dulu melanda Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat, yang kemudian memunculkan genangan dan banjir di beberapa titik.
TPS Terdampak, Relokasi Jadi Opsi Cepat
Dampak cuaca itu langsung terasa di lapangan. Setidaknya sekitar 50 tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta Utara terdampak hujan, ditambah satu TPS di Jakarta Pusat. Kerusakan bervariasi, mulai dari tenda yang ambruk, lokasi yang tergenang air, hingga kotak suara yang ikut rusak karena hujan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Jakarta Utara, Muhammad Sobirin, menegaskan situasi itu tidak menghentikan kerja KPU maupun Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). TPS yang terdampak dapat segera direlokasi, termasuk dengan memanfaatkan ruang kelas sekolah sebagai tempat pemungutan suara pengganti bila lokasi semula tak lagi layak dipakai.
“Sudah kami koordinasikan dengan pemerintah kota, bahwasannya, ini situasi darurat karena banyak TPS yang tak dapat digunakan,” kata dia.
Pemilu Tetap Berjalan di Tengah Cuaca Ekstrem
Pemilu 2024 mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota. Secara nasional, daftar pemilih tetap mencapai 204.807.222 orang. Di tingkat peserta, pemilu diikuti 18 partai politik nasional, termasuk PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Buruh, dan Gelora Indonesia, serta partai-partai lain seperti PKS, PKN, Hanura, Garuda, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP, dan Partai Ummat.
Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, ada tiga pasangan calon yang bersaing, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Sementara itu, rekapitulasi suara nasional dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari hingga 20 Maret 2024 sesuai Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
