Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak menyalurkan bantuan sosial kepada warga sekitar dan keluarga warga binaan yang kurang mampu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program akselerasi yang didukung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga menjangkau lingkungan terdekat mereka.
Bantuan Diserahkan di Aula Besukan
Penyaluran bansos dilakukan di aula besukan Lapas Kelas IIA Pontianak. Dalam kegiatan itu, bantuan diberikan langsung kepada masyarakat sekitar lapas serta keluarga warga binaan yang hadir. Paket yang dibagikan meliputi sembako, kebutuhan pokok, dan sayuran hidroponik hasil pertanian dari kerja warga binaan.
Kalapas Pontianak, Julianto Budhi Prasetyono, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perhatian nyata terhadap keluarga warga binaan yang sedang menghadapi masa sulit. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan bisa memberi sedikit harapan sekaligus meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Dihadiri Pejabat Pemasyarakatan dan Imigrasi
Kegiatan sosial ini turut dihadiri Ka. Kanwil Kemenkumham Kalbar, M. Tito Andrianto, Kadivpas Kalbar, Hernowo Sugiastanto, Kadiv Keimigrasian, Arief Munandar, serta Ka. Rutan Pontianak, David Anderson. Kehadiran para pejabat tersebut memperlihatkan dukungan terhadap langkah Lapas Pontianak dalam membangun pendekatan pembinaan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pembinaan yang Lebih Manusiawi
Selain membantu kebutuhan warga, program ini juga memperlihatkan hasil pembinaan di lapas yang diarahkan pada kegiatan produktif. Sayuran hidroponik yang ikut dibagikan menjadi contoh bahwa kerja warga binaan dapat memberi manfaat langsung, bukan hanya bagi internal lapas, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar mereka.
Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Pontianak berupaya menjaga hubungan sosial yang lebih hangat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pembinaan yang tidak berhenti pada tembok lapas semata.
