Kasus perusakan alat peraga adat Dayak Pamabakng di Kubu Raya kembali menjadi sorotan. Di tengah desakan publik yang makin kuat, pelapor dan pendamping hukum meminta kepolisian bergerak cepat agar perkara ini tidak berhenti hanya sebagai viral sesaat. Mereka menilai, tindakan tegas diperlukan bukan semata untuk memproses pelaku, tetapi juga untuk menjaga wibawa hukum dan penghormatan terhadap simbol adat yang dirusak.
Pelapor Dorong Proses Hukum Berjalan Cepat
Advokat Rusliyadi, SH, yang mendampingi warga dan ormas Dayak, mempertanyakan perkembangan penanganan kasus di Polres Kubu Raya. Ia berharap aparat segera menindaklanjuti laporan yang sudah masuk dan tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut. Menurut informasi yang diterima pihak pelapor, terlapor dijadwalkan dipanggil minggu depan untuk gelar perkara.
Sebelumnya, video perusakan alat peraga adat Dayak Pamabakng sempat viral dan memicu reaksi luas. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Kubu Raya oleh warga bersama Rusliyadi, SH. Bagi para pelapor, langkah hukum ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Tuntutan Penegakan Hukum Adat dan Negara
Tokoh adat Dayak, Iyen, yang melaporkan langsung kejadian tersebut, menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal kerusakan benda, melainkan juga soal kehormatan adat. Karena itu, ia meminta penegakan hukum dilakukan secara adat dan negara secara bersamaan, agar ada efek jera bagi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Iyen juga menilai kasus ini tidak bisa dipisahkan dari persoalan yang lebih luas di lapangan. Ia berharap proses hukum yang berjalan nantinya bisa ikut membantu memberantas praktik mafia tanah di wilayah tersebut. Dengan begitu, penanganan kasus tidak berhenti pada perusakan alat peraga adat, tetapi juga menyentuh akar masalah yang selama ini memicu ketegangan di masyarakat.
Tekanan Publik Meningkat
Di Kubu Raya, perkara ini kini menjadi perhatian warga Dayak yang menuntut kepastian hukum. Mereka ingin aparat menunjukkan sikap tegas agar penghormatan terhadap adat tidak dianggap remeh. Bagi pelapor, kejelasan proses hukum menjadi ujian penting bagi keseriusan penegakan hukum di daerah itu.
