Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Dilantik di Kalbar, Dorong Peran Petani Lebih Kuat
Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) resmi menancapkan langkah di Kalimantan Barat melalui pelantikan pengurus DPW TMI Provinsi Kalbar. Kehadiran struktur baru ini disebut sebagai pintu masuk untuk memperkuat posisi petani, bukan sekadar menambah daftar organisasi di daerah. Ketua Umum TMI, Don Muzakir, menegaskan bahwa TMI dibentuk sebagai upaya baru untuk mendorong kesejahteraan petani dan kelompok tani secara lebih terarah.
Dalam agenda pelantikan tersebut, Don Muzakir juga menekankan bahwa TMI siap ikut menyukseskan program pertanian Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian yang besar dan belum seluruhnya digarap maksimal. Potensi itu, jika dikelola dengan baik, diyakini bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka ruang kesejahteraan yang lebih luas bagi petani dan masyarakat setempat.
Kalbar Dinilai Punya Modal Besar di Sektor Pertanian
Don Muzakir melihat Kalimantan Barat bukan hanya sebagai wilayah dengan lahan pertanian yang luas, tetapi juga sebagai daerah yang bisa menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis kekuatan lokal. Karena itu, TMI hadir untuk memperkuat jaringan petani agar lebih solid dan memiliki akses yang lebih baik terhadap dukungan program, pembinaan, serta peluang pasar.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pembina DPW TMI Provinsi Kalbar, Daud Yordan, yang juga Anggota DPD RI, menyoroti pentingnya organisasi ini dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah. Ia menilai keberadaan TMI dapat menjadi jembatan antara kebutuhan petani di lapangan dan upaya penguatan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.
Fokus ke Kelompok Tani Hingga Desa
Ke depan, TMI Kalbar akan memusatkan perhatian pada pengembangan kelompok tani dari tingkat kabupaten hingga desa. Langkah ini diarahkan agar petani tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan yang lebih terstruktur melalui pelatihan, pendampingan, dan akses yang lebih baik ke pasar.
TMI juga menempatkan perlindungan hak-hak petani sebagai agenda penting. Isu yang disorot antara lain hak atas tanah dan upaya melindungi petani dari praktik pemerasan. Dengan pendekatan tersebut, organisasi ini ingin memastikan petani tidak hanya diposisikan sebagai pelaku produksi, tetapi juga sebagai pihak yang harus mendapat perlindungan dan kepastian dalam menjalankan usaha tani.
Promosi Pertanian Ramah Lingkungan
Selain penguatan kelembagaan, TMI Kalbar juga akan mendorong edukasi tentang pertanian ramah lingkungan dan keberlanjutan pangan. Program ini dinilai penting agar masyarakat melihat pertanian bukan semata urusan hasil panen, melainkan juga soal menjaga daya dukung lingkungan untuk jangka panjang.
Melalui berbagai program bantuan sosial dan kegiatan lapangan, TMI berupaya memperkuat dukungan bagi petani lokal sekaligus membangun kesadaran bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah di Kalimantan Barat.
