Pemukim di Gorontalo Utara digemparkan dengan penemuan ikan purba coelacanth secara tak terduga oleh seorang nelayan berusia 60 tahun bernama Oscar Kaluku. Penemuan ini seketika menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun X. Ikan yang sudah mati ini diletakkan di atas daun pisang dengan sejumlah warga yang berkumpul di sekitar. Coelacanth bukanlah ikan biasa yang hidup seperti kebanyakan ikan saat ini. Ikan purba ini telah hidup sejak 400 juta tahun yang lalu dan dianggap punah karena tidak pernah ditemukan dalam waktu yang lama. Coelacanth terdiri dari dua spesies langka, yaitu coelacanth dari Samudra Hindia Barat dan coelacanth Indonesia. Mereka hidup di kedalaman 100 hingga 500 meter di bawah permukaan laut, sulit dijangkau dan dipelajari. Coelacanth memiliki karakteristik yang unik, seperti sisik yang teratur, sirip berlobus, dan warna biru metalik tua. Hewan langka ini termasuk dalam daftar Apendiks 1 CITES dan status rentan menurut IUCN Red List. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan terhadap ikan ini. Penemuan coelacanth di Gorontalo Utara diikuti dengan penelitian lebih lanjut untuk memahami spesies ini dengan lebih baik.

