ByteDance, perusahaan induk TikTok di China, mengalokasikan lebih dari 150 miliar yuan (sekitar Rp 334 triliun) untuk belanja modal tahun ini, dengan sebagian besar dana akan digunakan untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI). Rencananya, sekitar setengah dari total anggaran tersebut akan dialokasikan untuk infrastruktur AI di luar negeri, terutama untuk pusat data dan peralatan jaringan. Perusahaan chip Huawei Technologies dan Cambricon Technologies, serta pemasok AS Nvidia, diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama dari belanja tersebut, meskipun ByteDance sendiri memberikan tanggapan yang kabur terkait informasi ini.
Meskipun ByteDance menyatakan bahwa informasi seputar pengeluaran mereka tidak benar, perusahaan ini tetap melanjutkan pengembangan AI-nya di dalam negeri. Dengan lebih dari 15 aplikasi AI mandiri, termasuk chatbot terkemuka Doubao, ByteDance telah unggul dibandingkan dengan pesaingnya seperti Baidu dan Tencent Holdings. Sementara itu, dana tambahan yang diinvestasikan di luar negeri diharapkan dapat memperkuat penawaran AI ByteDance sambil menghadapi potensi masalah dengan TikTok di Amerika Serikat.
Namun, belum jelas apakah rencana ByteDance untuk tahun ini akan menyamai belanja tahun-tahun sebelumnya karena perusahaan ini belum memberikan rincian keuangan secara spesifik. Sebelumnya, terdapat laporan dari Financial Times dan The Information yang mengindikasikan bahwa ByteDance merencanakan belanja miliaran dolar AS untuk infrastruktur AI, serta pengaksesan chip Nvidia di luar China. Tindakan pengguliran yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap TikTok juga akan memberikan pengaruh terhadap rencana perusahaan ini di pasar internasional.

