Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) LDII kembali mengadakan Pelatihan Rukiyatul Hilal di Pondok Pesantren Minhajurrasyidin, Pondok Gede Jakarta. Teddy Suratmadji, Ketua DPP LDII, menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk melakukan pengamatan hilal di 100 titik dari total 123 titik yang ditetapkan oleh pemerintah. Hingga saat ini, tim Rukiyatul Hilal LDII telah mengamati 71 titik, dan dengan pelatihan ini diharapkan bisa menambah titik pengamatan mereka. Metode pengamatan hilal yang digunakan oleh LDII serupa dengan pemerintah, dan mereka berharap tim rukiyat yang terlatih dapat membantu dalam proses ini. Peserta pelatihan dari seluruh Indonesia diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan Istiqomah agar dapat menjadi tim rukiyatul yang kompeten di daerah masing-masing.
Susanto, Ketua DPW LDII Kalbar, juga menjelaskan kepentingan mereka untuk memiliki tim rukiyatul hilal yang kompeten. Meskipun mereka telah memiliki SDM yang bertanggung jawab untuk melakukan pengamatan hilal, tambahan tenaga yang kompeten tetap diperlukan. Melalui pelatihan ini, DPW LDII Kalbar mengapresiasi upaya DPP dalam menjawab kebutuhan akan tenaga yang kompeten di bidang rukiyatul hilal. Dengan memiliki tenaga dan alat teropong yang lengkap, mereka berencana untuk melakukan pengamatan hilal setiap awal bulan, bukan hanya pada bulan-bulan tertentu seperti Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, dan Muharram.
