Pembicaraan soal jejak korporasi VOC kembali mencuat setelah Direktur NSI Nawacita Sosial Inisiatif, Goenardjoadi Goenawan, menyinggung adanya rahasia harta VOC yang disebut telah lama tertutup rapat selama 75 tahun Indonesia merdeka. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 19 Agustus 2024, dan langsung menarik perhatian karena mengaitkan sejarah kolonial, dinamika politik, hingga peran sejumlah tokoh nasional.
VOC dan Bayang-Bayang Harta yang Lama Disebut Tersembunyi
VOC, persekutuan dagang asal Belanda yang berdiri pada 1602, dikenal sebagai kekuatan besar dalam monopoli perdagangan di Asia. Dalam narasi yang disampaikan Goenardjoadi, hanya segelintir tokoh yang disebut mengetahui keberadaan harta tersebut, di antaranya Sukarno, Suharto, dan Letjen Sudjono Hoemardani. Klaim ini memperlihatkan bahwa isu harta VOC tidak hanya dipandang sebagai persoalan sejarah, tetapi juga sebagai simpul informasi yang diduga berkaitan dengan elite kekuasaan dari masa ke masa.
Upaya Pencarian yang Tak Pernah Benar-Benar Usai
Goenardjoadi juga menyebut bahwa berbagai upaya untuk mengurai misteri itu sudah pernah dilakukan. Menurut penuturannya, Presiden Gus Dur dan SBY sempat mengutus duta waris Megawati dan Mbak Tutut, namun langkah tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam penjelasan yang sama, ia menyinggung adanya perubahan kerja sama yang dilakukan Amerika dengan Soeharto, lalu diteruskan oleh Raja Sandjojo Hamidjojo Suparto. Rangkaian ini digambarkan sebagai bagian dari proses panjang yang membuat persoalan tersebut tetap tertutup.
Perang Rusia-Ukraina dan Peta Baru yang Muncul
Kisah rahasia harta VOC dalam paparan itu kemudian dikaitkan dengan perang Rusia-Ukraina pada 2022. Konflik tersebut disebut telah mengguncang posisi NATO dan hegemoni Amerika Serikat, sehingga memunculkan kebutuhan baru terkait tambahan utang melalui harta VOC. Dari situ, menurut narasi yang berkembang, rahasia lama itu kembali terkuak. Situasi global ini juga disebut ikut memunculkan berbagai inisiatif perdamaian yang melibatkan Indonesia dan sejumlah tokoh internasional.
Artikel ini merupakan kontribusi dari pengguna VIVA.co.id dan merupakan user-generated content (UGC). Isi dan konten dari tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
