Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung kembali menyisakan pekerjaan rumah yang belum juga tuntas. Di sejumlah titik, banjir dan longsor merendam permukiman, termasuk di Kelurahan Sepang Jaya, dengan genangan air bahkan mencapai setinggi dada orang dewasa. Bagi warga, kejadian ini bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan tanda bahwa penanganan banjir belum menyentuh akar persoalan.
Warga Minta Ada Langkah Nyata, Bukan Sekadar Bantuan
Santi, warga Sepang Jaya, mengaku lelah menghadapi banjir yang terus berulang. Ia menilai bantuan sembako memang membantu sesaat, tetapi tidak menyelesaikan persoalan utama yang membuat warga terus waswas setiap hujan turun. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dari pemerintah untuk mengurangi risiko banjir di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ia berharap Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Wakil Wali Kota Deddy Amarullah benar-benar memanfaatkan anggaran yang ada untuk penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur. Santi juga menekankan pentingnya melibatkan para ahli agar solusi yang diambil tidak sekadar bersifat sementara, melainkan tepat sasaran dan bisa bertahan dalam jangka panjang.
Drainase dan Tanggul Jadi Sorotan
Keluhan serupa datang dari Ridwan, warga Kelurahan Rajabasa Induk. Ia menilai persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah drainase yang tidak maksimal serta tanggul di sekitar sungai yang perlu ditinggikan. Menurutnya, tanpa perbaikan pada dua sektor itu, banjir akan terus datang setiap kali hujan deras mengguyur kota.
Ridwan menilai pemerintah harus lebih cepat membaca kondisi lapangan, terutama di wilayah yang paling rawan terdampak. Ia melihat banjir bukan lagi masalah insidental, melainkan ancaman rutin yang mengganggu aktivitas warga dan merusak kenyamanan lingkungan.
Harapan Warga pada Penanganan yang Berkelanjutan
Di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan, masyarakat Bandar Lampung berharap pemerintah tidak berhenti pada respons darurat. Perbaikan infrastruktur, perawatan saluran air, hingga pembenahan kawasan rawan banjir dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Warga kini menunggu bukti bahwa penanganan banjir bukan hanya masuk daftar janji, tetapi benar-benar menjadi prioritas yang dikerjakan dari hulu ke hilir. Bagi mereka, keamanan dan kenyamanan hidup di kota ini bergantung pada seberapa serius pemerintah menutup celah-celah lama yang selama ini membuat banjir selalu datang kembali.
