Penjelasan SPBU Jakbar: Motor Mogok Setelah Mengisi BBM

Date:

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Pertamina di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar) mengakui adanya kelalaian petugas yang menyebabkan sejumlah pengendara mengalami mogok setelah mengisi bahan bakar di tempat tersebut. Manajer SPBU 34.116.12 Pertamina, Ramses Sitorus, menyatakan bahwa kesalahan pengisian terjadi ketika bahan bakar minyak (BBM) Biosolar disalahartikan sebagai Pertalite, akibat kesalahan oleh pengawas yang tidak memindahkan selang ke tangki yang benar.

Tangki Pertalite di SPBU tersebut memiliki kapasitas 20 kiloliter dan tambahan 8.000 liter dari solarnya yang disalahartikan secara tidak sengaja oleh petugas. Ramses menegaskan tanggung jawab pihaknya atas kerugian yang dialami oleh para pelanggan akibat kesalahan tersebut. Setelah menerima laporan kerusakan sepeda motor pelanggan, penjualan BBM Pertalite dihentikan sementara. Pihak SPBU juga telah melaporkan kejadian ini kepada Pertamina untuk diproses lebih lanjut. Petugas yang melakukan kesalahan juga telah diperiksa oleh polisi dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Di lokasi, terlihat sejumlah kendaraan memadati bengkel yang berada di sebelah SPBU tersebut, dengan motor-motor mogok setelah mengisi bahan bakar. Pompa BBM bagian Pertalite telah ditutup sementara dengan garis polisi untuk penjualan. Tindakan ini diambil untuk memastikan keamanan serta mencegah kesalahan serupa terulang di masa mendatang.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Polda Riau Ungkap Kasus Pencucian Uang Gading Gajah Rp1,8 M

Penyelidikan Terhadap Kasus Gading Gajah Bergeser ke Penelusuran Pencucian...

Pemuda Ditangkap di Jakarta Timur Beli Motor dengan Uang Palsu

Pemuda Diamankan Setelah Membeli Motor dengan Uang Palsu di...

Edison dan Cory Erin: Pengalaman Pemeriksaan Maraton di KPK

Edison dan Cory Erin Diperiksa di Gedung Merah Putih...

Kronologi Kasus Hanania Group dan Penyelidikan Terkait Bocah Dipersekusi

Kriminal di DKI Jakarta: Kasus Hanania Group dan Bocah...