Polisi Tangkap Tiga Remaja Pelaku Pembacokan di Jakarta Utara, Video Aksi Mereka Terlanjur Viral
Kasus kekerasan yang terekam kamera di sebuah toko minuman di Jakarta Utara akhirnya menemui titik terang. Polsek Koja menangkap tiga remaja yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan tersebut setelah video kejadian itu ramai beredar di media sosial. Ketiganya diketahui berinisial LP (16), AAI (17), dan RA (17), yang disebut sehari-hari bekerja sebagai pengamen ondel-ondel.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam dan melibatkan dua korban, yakni SM dan MC. Namun hingga saat ini, keberadaan MC belum diketahui. Rekaman video yang memperlihatkan para pelaku membawa senjata tajam lalu menyerang korban di dalam toko menjadi pemicu cepatnya penanganan kepolisian. Setelah video tersebut viral, Unit Reskrim Polsek Koja bergerak dan mengamankan para terduga pelaku di wilayah Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara.
Diamankan Bersama Tiga Senjata Tajam
Saat penangkapan, polisi turut menyita tiga senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut, masing-masing berupa celurit, badik, dan pisau belati. Barang bukti itu kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk menelusuri rangkaian kejadian yang terekam dalam video viral tersebut.
Menurut keterangan yang dihimpun, ketiga pelaku mengaku insiden bermula ketika mereka sedang mengamen ondel-ondel lalu dicegat oleh pengamen ukulele. Situasi yang awalnya diduga hanya adu mulut kemudian berkembang menjadi keributan dan berujung pada pembacokan. Namun, hingga kini polisi menyebut belum ada korban yang resmi melapor atas kejadian itu.
Polisi Telusuri Kronologi dan Saksi
Meski penangkapan sudah dilakukan, penyidik masih melengkapi proses hukum dengan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi. Langkah ini ditempuh untuk memastikan duduk perkara serta peran masing-masing pelaku dalam insiden yang sempat menyita perhatian publik tersebut.
Peristiwa ini kembali menyoroti potensi konflik jalanan yang bisa berubah cepat menjadi tindak pidana serius, terlebih ketika senjata tajam sudah dibawa sejak awal. Di tengah belum adanya laporan dari korban, kepolisian tetap melanjutkan penanganan agar kasus ini tidak berhenti hanya sebagai video viral di media sosial.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
