Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule menjelaskan bahwa garda depan penanggulangan bencana saat ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Menurutnya, semua sumber daya pemerintah akan dikoordinasikan melalui BNPB. Sementara BP Taskin berperan sebagai garda pascabencana untuk mengakhiri kemiskinan. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) mengatakan bahwa banyak masyarakat yang berada dekat dengan garis kemiskinan dan rentan terhadap goncangan kecil, seperti PHK, sakit akut, atau pandemi. Untuk mengatasi hal ini, BP Taskin mengirim tenaga profesional untuk mengevaluasi kondisi masyarakat dan memberikan dukungan selama fase pemulihan. Mereka juga memberikan bantuan logistik, makanan, dan minuman kepada warga di daerah terdampak bencana.
BP Taskin berupaya memperkuat ekonomi dan inovasi di seluruh Indonesia untuk merencanakan pengentasan kemiskinan. Target BP Taskin adalah menurunkan tingkat kemiskinan dari 8,47% pada tahun 2025 menjadi 4,5% pada tahun 2029. Iwan Sumule menekankan pentingnya kerjasama dari semua pihak guna mencapai target tersebut dan membangun kolaborasi yang kuat untuk mengakhiri kemiskinan. Dia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat melanjutkan upaya penurunan kemiskinan sehingga dapat mencapai tingkat kemiskinan 0% pada tahun 2034.

