Kesejahteraan Perempuan dan Anak Jadi Titik Awal Penguatan Bangsa
Kesejahteraan perempuan dan anak kembali ditegaskan sebagai isu yang tidak bisa dipisahkan dari masa depan bangsa. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar dengan dukungan Rektor UBK Sri Mumpuni Ngesti Rahayu, pesan yang disampaikan jelas: pemberdayaan perempuan bukan sekadar urusan sosial, melainkan fondasi untuk membangun keluarga yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya tahan.
Pendidikan dan Kemandirian Jadi Kunci
Sri Mumpuni Ngesti Rahayu menekankan pentingnya pendidikan serta pembelajaran berkelanjutan, terutama ketika berbicara tentang perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan yang memiliki akses pendidikan dan kemandirian ekonomi akan lebih mampu menjaga kesejahteraan keluarga. Dari situ, perlindungan anak ikut terbentuk secara lebih utuh karena kebutuhan dasar dan lingkungan tumbuh kembang mereka lebih terjaga.
Dalam pandangan UBK, penguatan pemahaman mengenai hak-hak perempuan dan perlindungan anak harus berjalan seiring dengan upaya membekali keluarga dengan keterampilan praktis. Pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh solusi yang lebih konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Pengabdian Masyarakat sebagai Ruang Bertukar Aspirasi
Kegiatan ini juga diposisikan sebagai sarana untuk menggali aspirasi rakyat secara langsung. UBK berharap, lewat pengabdian masyarakat seperti ini, kampus tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra yang ikut mendorong perubahan sosial. Harapan serupa disampaikan agar kegiatan tersebut mampu memberi inspirasi kepada adik-adik di Yayasan Cahaya Alam, sekaligus memupuk semangat untuk memiliki mimpi yang lebih baik melalui pendidikan dan kontribusi positif bagi bangsa.
Dengan pendekatan tersebut, pesan yang dibawa menjadi lebih luas: kesejahteraan perempuan dan anak bukan isu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kerja bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat. Ketika perempuan diberdayakan dan anak-anak dilindungi, maka kualitas keluarga dan masyarakat pun ikut terdorong naik.
Kolaborasi Mahasiswa, Kampus, dan Yayasan
Ketua Panitia Acara Robby menyampaikan apresiasi kepada UBK, Yayasan Cahaya Alam, serta pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran acara. Ia juga menyoroti keterlibatan Mahasiswa R.16 Program Pascasarjana Magister Hukum UBK yang ikut berkolaborasi dalam kegiatan tersebut. Menurut perwakilan Yayasan Cahaya Alam, keterlibatan mahasiswa memberi nilai tambah karena menghadirkan pengetahuan baru dan memperluas wawasan peserta yang hadir.
Acara Pengabdian Kepada Masyarakat ini terlaksana berkat kerja sama antara mahasiswa, staf, pemateri, dan seluruh pihak yang terlibat. Sinergi itu menjadi penanda bahwa isu perempuan dan anak memang membutuhkan dukungan lintas elemen, bukan hanya dari satu institusi saja.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
