Di tengah meningkatnya pola kerja fleksibel dan tren work from anywhere, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya kembali menegaskan satu hal yang tak boleh bergeser: kualitas pelayanan publik harus tetap terjaga. Menurutnya, keleluasaan bekerja tidak boleh menjadi alasan turunnya kinerja, apalagi ketika masyarakat tetap membutuhkan layanan yang cepat, responsif, dan dapat diandalkan.
Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Dalam keterangan resminya, Meutya menekankan bahwa para pegawai tetap harus menjaga kontribusi dan tanggung jawab, meski ritme kerja kini makin fleksibel. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah wajah utama pemerintah, sehingga gangguan sekecil apa pun harus diminimalkan. Di saat yang sama, Meutya juga menyampaikan salam hangat kepada keluarga para pegawai yang sedang dalam perjalanan mudik, seraya berharap Ramadan tahun ini membawa berkah bagi semua.
PP TUNAS dan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Meutya juga menyoroti kesiapan kementeriannya dalam mengawal implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak, atau PP TUNAS, yang akan mulai dijalankan pada 28 Maret 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menunda anak-anak masuk ke platform digital sampai mereka mencapai usia yang dinilai cukup. Menurut Meutya, perlindungan anak di ruang digital bukan pekerjaan satu pihak saja, melainkan agenda bersama yang membutuhkan dukungan luas.
Ajak Pegawai Sosialisasikan ke Keluarga
Karena itu, Meutya meminta seluruh pegawai Kemkomdigi memanfaatkan momen mudik untuk ikut menyampaikan informasi tentang PP TUNAS kepada keluarga di kampung halaman. Ia menilai percakapan sederhana di rumah bisa menjadi pintu awal untuk membangun pemahaman publik soal pentingnya perlindungan anak di dunia digital. Dengan cara itu, sosialisasi tidak hanya berhenti di lingkungan kerja, tetapi juga menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan personal.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
