Indeks pasar saham di Asia beragam pada awal perdagangan hari ini, dengan S&P/ASX 200 Australia turun sekitar 0,31 persen dan Nikkei 225 Jepang melemah 0,12 persen. Di sisi lain, KOSPI Korea Selatan menguat 0,95 persen, sementara TOPIX Jepang dan KOSDAQ Korea bergerak relatif datar. Kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong menunjukkan pembukaan sedikit lebih tinggi dari penutupan sebelumnya.
Goldman Sachs, bank investasi terkemuka, mengingatkan bahwa kenaikan harga energi akibat ketegangan di Iran berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,3 persen dari PDB dunia dalam setahun ke depan. Inflasi global juga diperkirakan akan meningkat sekitar 0,5-0,6 persen akibat harga gas alam yang naik, yang dapat memberikan tekanan tambahan pada pertumbuhan ekonomi, terutama di Eropa dan Asia. Risiko tersebut dapat semakin besar jika jalur perdagangan energi vital seperti Selat Hormuz mengalami gangguan atau bahkan ditutup.
