Ida Nurlaela Ajak Masyarakat Pangandaran Terapkan Empat Pilar Kehidupan: Solusi Berkelanjutan

Date:

Ida Nurlaela Dorong Warga Pangandaran Hidupkan Empat Pilar dalam Kehidupan Sehari-hari

Di tengah perubahan sosial yang kian cepat, nilai kebangsaan kerap diuji bukan di ruang seminar, melainkan dalam sikap sehari-hari masyarakat. Pesan itulah yang mengemuka saat Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Taman Sagati, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yakni Sosialisasi Tahap III pada pagi hari dan Tahap IV pada siang hari. Sejumlah elemen masyarakat hadir, mulai dari tokoh masyarakat, kelompok pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembahasan soal kebangsaan masih punya ruang penting di tengah masyarakat.

Empat Pilar Tak Cukup Dipahami, Harus Diamalkan

Dalam kesempatan itu, Ida menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau slogan formal. Menurutnya, empat fondasi tersebut harus benar-benar masuk ke dalam cara pandang, perilaku, dan keputusan warga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai anggota DPR RI dari Komisi VI, Ida menilai sosialisasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota MPR/DPR RI untuk menjaga agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan relevan. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam merawat persatuan, terutama saat perbedaan pandangan dan tantangan zaman semakin mudah memunculkan gesekan.

Partisipasi Warga Jadi Kunci Menjaga Persatuan

Ida berharap kegiatan dua tahap ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata. Ia ingin ada kesadaran kolektif yang tumbuh di tengah warga Pangandaran, bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas pemerintah atau wakil rakyat, melainkan tanggung jawab bersama.

Dengan pemahaman yang utuh terhadap Empat Pilar, masyarakat dinilai akan lebih bijaksana dalam merespons perbedaan, lebih kuat dalam menjaga toleransi, dan lebih siap menghadapi perubahan sosial tanpa kehilangan arah kebangsaan. Dari Pangandaran, pesan yang dibawa Ida cukup jelas: persatuan tidak cukup dijaga lewat ucapan, tetapi harus hadir dalam tindakan yang konsisten.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Rosan Konfirmasi Vale Luke Mahony Sebagai Dirut BUMN Ekspor DSI

Rosan Konfirmasi Luke Mahony Sebagai Direktur Utama PT DSI Rosan...

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara: Kasus Kebakaran

Pengadilan Vonis Dirut Terra Drone Indonesia 1 Tahun 4...

Review Motherboard iGame B850M ULTRA: Pilihan Colorful Terbaik

Intip Seri Motherboard Terbaru COLORFUL: iGame B850M ULTRA COLORFUL Technology...

Manajemen Dokumentasi Terbaik dan Akuntabel di Kota Semarang

Kota Semarang Raih Predikat Sangat Memuaskan dalam Ajang Penghargaan...