Bandung — Pemantauan hilal 1 Syawal di Jawa Barat belum membuahkan hasil. Dari tujuh titik rukyat yang dipantau, tanda awal bulan baru itu tidak terlihat sama sekali. Kondisi ini membuat proses penentuan Idulfitri masih harus menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat di Jakarta.
Hilal Tak Tampak di Tujuh Lokasi
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Dudu Rohman, mengatakan ketinggian hilal masih berada di bawah batas yang dipersyaratkan, bahkan belum mendekati 1 derajat. Artinya, secara pengamatan, posisi bulan belum memungkinkan untuk dinyatakan terlihat. Situasi itu diperburuk oleh langit yang tertutup awan di sejumlah lokasi rukyat.
Pengamatan dilakukan di Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Cirebon, Banjar, Observatorium Bosscha, dan Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (Unisba). Namun, di seluruh titik tersebut, hilal tetap tidak berhasil terpantau. Cuaca mendung menjadi hambatan utama yang membuat proses rukyat tidak optimal.
Hasil Rukyat Akan Dibawa ke Sidang Isbat
Seluruh hasil pengamatan dari Jawa Barat akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah. Laporan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penetapan hari raya yang akan diumumkan pemerintah.
Imbauan Jaga Persatuan
Di tengah masih adanya potensi perbedaan penetapan hari raya, Dudu mengingatkan masyarakat agar tetap bijak menyikapinya. Ia menekankan pentingnya saling menghormati keputusan masing-masing pihak dan menjaga persatuan. Menurutnya, sikap akhlakul karimah perlu tetap dikedepankan agar perbedaan tidak memicu gesekan di tengah masyarakat.
Dengan hasil rukyat yang belum menunjukkan hilal, perhatian kini tertuju pada sidang isbat yang akan menentukan kepastian 1 Syawal 1447 Hijriah.
Source link
