Pentingnya Evaluasi Pimpinan KPK Menyusul Kasus Pengalihan Tahanan Yaqut
Aktivis Forum Sipil Bersuara (Forsiber), Hamdi Putra, menegaskan bahwa evaluasi terhadap pimpinan KPK merupakan langkah yang tidak bisa dihindari ketika kredibilitas lembaga tersebut dipertanyakan. Menurut Hamdi, evaluasi ini bukan sekadar serangan politik, melainkan bentuk akuntabilitas yang harus dijalankan dengan serius. Setiap institusi publik, terutama yang memiliki mandat besar seperti KPK, harus bertanggung jawab atas setiap kebijakan, celah, dan krisis kepercayaan yang timbul.
Kasus pengalihan tahanan Yaqut menjadi bukti ketidaktransparanan dalam informasi yang disampaikan. Publik baru mengetahui fakta-fakta terkait perubahan status tahanan belakangan, menunjukkan kelemahan dalam komunikasi dan kurangnya pengawasan di tingkat strategis. Pola yang serupa pernah terjadi dalam beberapa kasus sebelumnya, yang menunjukkan kelemahan sistem dan kepemimpinan di KPK.
Hamdi juga menyoroti peran DPR sebagai lembaga pengawas yang seharusnya tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi krisis kepercayaan terhadap KPK. DPR harus menjalankan fungsi pengawasan secara substansial, bukan sekadar formalitas. Evaluasi terhadap pimpinan KPK perlu dilakukan secara terbuka dan terukur, bukan hanya sebatas memanggil dan meminta klarifikasi. Selain itu, evaluasi tersebut harus dilakukan dengan sejelas mungkin untuk memastikan keselarasan dan keandalan kepemimpinan KPK ke depan.
