Angin Kencang Rusak 18 Rumah di Toba, Atap Warga Berterbangan
Hembusan angin kencang menerjang wilayah hukum Polsek Lumban Julu, Kabupaten Toba, dan meninggalkan kerusakan pada puluhan bagian rumah warga. Dalam peristiwa yang terjadi di Kecamatan Lumban Julu dan Bonatualunasi itu, asbes hingga genteng dilaporkan beterbangan sebelum akhirnya merusak bangunan milik warga.
Kerusakan Terpusat di Lumban Julu
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga melalui Kapolsek Lumban Julu AKP Rudy E Sitohang, yang informasinya disampaikan lewat Plt Kasi Humas Ipda Khairuddin, membenarkan kejadian tersebut. Dari data sementara, sebanyak 18 rumah terdampak akibat puting beliung. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah, sementara kondisi terparah tercatat di Kecamatan Lumban Julu dengan 15 rumah rusak.
Di Kecamatan Bonatualunasi, tiga rumah lainnya juga ikut terdampak. Meski kerusakan cukup luas, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Aparat masih melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian yang dialami warga.
Cuaca Ekstrem Masih Jadi Ancaman
Polisi mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sejak awal hingga akhir April 2026. Karena itu, warga diminta lebih waspada, terutama terhadap bangunan rumah yang rentan diterjang angin kencang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
