Pemerintah Harus Temukan Solusi Alternatif Pasokan Plastik

Date:

Jakarta — Ketergantungan Indonesia pada impor bahan baku plastik kembali menjadi sorotan setelah gejolak pasokan global memicu lonjakan harga resin dan produk turunannya. Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya rantai pasok industri plastik nasional ketika pasokan dari luar negeri terganggu, terutama karena sebagian besar bahan baku masih bergantung pada kawasan Timur Tengah. Saat suplai tersendat, harga bahan baku bisa melonjak hingga 70 persen dan langsung menekan sektor-sektor hilir seperti kemasan, makanan dan minuman, hingga otomotif.

Ketergantungan Impor Bikin Industri Rentan

Indonesia belum memiliki kapasitas industri petrokimia yang cukup untuk memenuhi kebutuhan resin dan nafta secara mandiri. Akibatnya, ketika terjadi gangguan pasokan internasional, dampaknya cepat merambat ke berbagai lini produksi dalam negeri. Kondisi ini tidak hanya menambah biaya produksi, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas harga barang jadi di pasar.

Lonjakan harga bahan baku plastik menjadi sinyal bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan respons jangka pendek. Tanpa pembenahan di sisi hulu, industri hilir akan terus berada dalam posisi rawan setiap kali pasar global bergejolak.

Nevi Dorong Bahan Alternatif dan Penguatan Industri Dalam Negeri

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih berani dengan mengurangi ketergantungan pada plastik berbasis fosil. Salah satu opsi yang ia tekankan adalah pemanfaatan bahan daur ulang sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus lebih tahan terhadap tekanan impor.

Nevi juga menilai pemerintah perlu menempuh strategi jangka panjang dengan memperkuat industri petrokimia nasional. Menurutnya, pembangunan kilang dan pabrik resin di dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan luar. Di sisi lain, ia menyebut perlunya mencari sumber bahan baku alternatif dari negara lain seperti Afrika dan India agar rantai pasok tetap terjaga saat jalur utama terganggu.

Jalan Keluar agar Industri Plastik Tidak Terus Tertekan

Upaya diversifikasi pasokan dan penguatan produksi domestik dinilai penting bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan industri plastik, tetapi juga untuk meredam risiko gejolak harga yang berulang. Jika langkah ini dijalankan secara konsisten, Indonesia dapat memperkuat ketahanan industrinya sekaligus mengurangi dampak yang selama ini menjalar ke sektor-sektor strategis.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Rosan Konfirmasi Vale Luke Mahony Sebagai Dirut BUMN Ekspor DSI

Rosan Konfirmasi Luke Mahony Sebagai Direktur Utama PT DSI Rosan...

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara: Kasus Kebakaran

Pengadilan Vonis Dirut Terra Drone Indonesia 1 Tahun 4...

Review Motherboard iGame B850M ULTRA: Pilihan Colorful Terbaik

Intip Seri Motherboard Terbaru COLORFUL: iGame B850M ULTRA COLORFUL Technology...

Manajemen Dokumentasi Terbaik dan Akuntabel di Kota Semarang

Kota Semarang Raih Predikat Sangat Memuaskan dalam Ajang Penghargaan...