Pramono: Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Kramat Jaya

Date:

Langkah revitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu upaya untuk memodernisasi pasar rakyat, memperbaiki tata ruang, dan menjadikannya sebagai pusat ekonomi serta interaksi sosial masyarakat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan pentingnya peran pasar tradisional dalam kehidupan warga Jakarta. Dari total 153 pasar, sebanyak 60 pasar telah menerapkan sistem pembayaran digital secara menyeluruh.

Revitalisasi Pasar Gardu Asem di Kemayoran dilakukan di lahan seluas 1.735 meter persegi. Sebanyak 79 pedagang telah direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan. Pasar ini akan memiliki 80 kios dan 128 los untuk menampung 208 pedagang. Di sisi lain, Pasar Kramat Jaya di Cilincing dibangun di lahan baru seluas 2.617 meter persegi dengan 49 kios dan fasilitas olahraga di lantai dua.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa kedua pasar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap seperti musala, toilet umum, jaringan air PAM Jaya, ruang genset, area parkir, dan lain sebagainya. Revitalisasi kedua pasar ini diharapkan selesai pada tahun 2027, dengan Pasar Gardu Asem ditargetkan rampung pada Maret 2027 dan Pasar Kramat Jaya ditargetkan selesai pada Januari 2027. Hal ini sebagai upaya untuk mengembangkan pasar tradisional yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Jakarta.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Raperda DKI: Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Gubernur DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Raperda untuk Pelindungan Perempuan Jakarta...

Kasus Bea Cukai: KPK Buka Peluang Jerat Pengusaha Rokok

KPK Mendalami Konstruksi Hukum Terkait Dugaan Pemberian Uang dari...

Penanganan Kriminal dan Peredaran Narkoba: Dari Lapas hingga Parkir Liar

Peristiwa Kriminal di Jakarta: Dari Peredaran Narkoba di Lapas...

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Setelah Putusan KIP

Ketua RT Laporkan Lurah Cengkareng Barat ke Polisi Terkait...