Konflik bernuansa agama sering sulit dihentikan karena keyakinan masing-masing pihak terkait konsep “syahid”, seperti yang disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam video yang beredar. Koordinator LBH Arus Bawah Prabowo (ABP), Steven Pailah, menyebut pernyataan JK berpotensi menyesatkan pemahaman publik jika tidak diluruskan. Menurut Steven, dalam tradisi Kristen tidak ada ajaran yang mengizinkan membunuh orang lain sebagai sarana untuk mencapai kemuliaan spiritual. Konsep martir dalam Kekristenan merujuk pada kesediaan menderita atau wafat tanpa kekerasan. Steven juga menambahkan bahwa penyederhanaan seperti itu dapat mengaburkan kompleksitas konflik yang tidak hanya dipicu oleh faktor agama, tetapi juga oleh aspek sosial, politik, hingga ekonomi. Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa potongan video tersebut berasal dari ceramah JK di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026. Husain menjelaskan bahwa narasi tersebut mengacu pada fakta di lapangan saat itu, bukan sebagai pandangan pribadi. Husain menekankan bahwa apa yang disampaikan JK adalah realitas di lapangan saat konflik terjadi, di mana ada kelompok dari kedua pihak yang menyuarakan perang suci dan menganggap membunuh lawan atau mati dalam konflik sebagai syahid. Ini merupakan fakta sejarah dari konflik bernuansa SARA, bukan pendapat pribadi JK.
Mitos Keagamaan: Tidak Ada Ajaran Kristen yang Membenarkan Membunuh
Date:
