Menurut Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, tidaklah mengherankan bahwa kebijakan kontroversial Bahlil merupakan hal yang sudah bisa diduga sebelumnya. Bahlil dikenal memiliki kecenderungan untuk menghasilkan kebijakan yang memberatkan masyarakat, seperti pembatasan distribusi gas Elpiji 3 kilogram ke pengecer yang menuai protes. Igor menekankan bahwa seharusnya seorang Menteri bertugas membantu Presiden, bukan sebaliknya.
Riwayat Bahlil di sektor energi telah lama menuai kontroversi. Salah satunya adalah kasus tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang menyebabkan pembekuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GAG Nikel. Menurut Igor, serangkaian kontroversi ini sudah mencapai titik kritis. Jika tidak diatasi, tindakan Bahlil dapat merusak reputasi Presiden Prabowo Subianto di mata masyarakat.
Igor menegaskan bahwa Bahlil seharusnya diganti atau dipindahkan ke posisi lain. Pasalnya, tindakan dan pernyataannya yang terus menerus menimbulkan kesalahan, baik dalam kata-kata maupun tindakan. Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite resmi mengalami kenaikan sejak tanggal 18 April 2026. Harga di Pulau Jawa pun melonjak drastis, menyentuh angka Rp19.400 per liter untuk Pertamax Turbo dan Rp23.900 per liter untuk Pertamina Dex. Kenaikan ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
