Serangan Rudal dan Drone Antara AS dan Iran
Senin lalu, terjadi serangkaian serangan rudal dan drone yang mengejutkan antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan itu ditujukan ke sejumlah titik strategis dan kapal di perairan tersebut, menyebabkan ledakan dan kebakaran di beberapa kapal dagang.
AS Klaim Hancurkan Enam Kapal Iran
Meskipun klaim bahwa militer AS berhasil menghancurkan enam kapal kecil yang dimiliki oleh Iran, namun pihak Teheran membantah klaim tersebut. Sebaliknya, Iran juga melancarkan serangan ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA), termasuk pelabuhan minyak di Fujairah yang berujung pada kebakaran masif.
Eskalasi konflik ini terjadi setelah Presiden AS saat itu, Donald Trump, memperkenalkan proyek yang dikenal sebagai “Project Freedom”, yang bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak untuk melintasi Selat Hormuz.
Lonjakan Harga Minyak Dunia
Upaya AS dalam proyek tersebut belum menunjukkan hasil signifikan dan justru memicu reaksi keras dari Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menilai pendekatan militer tidak akan menyelesaikan krisis yang ada. Dampak dari konflik ini turut dirasakan di pasar global, dengan harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan energi.
Hingga saat ini, upaya diplomasi antara kedua negara belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Meskipun sempat terjadi perundingan awal, namun kelanjutan dari dialog tersebut masih belum jelas.
