Kriminal Selama Sepekan di Jakarta: Penindakan Judi Online dan Penangkapan Remaja
Jakarta (ANTARA) – Sejumlah kejadian terkait keamanan dan kriminalitas telah menghiasi Jakarta selama seminggu terakhir, mulai dari operasi penindakan judi online internasional oleh Polda Metro Jaya hingga penangkapan 10 remaja yang bersiap untuk tawuran di Jakarta Timur. Berikut rangkuman berita menarik yang patut diperhatikan:
Polda Metro Jaya Berhasil Gelar Operasi Penindakan Judi Online
Pada hari Sabtu, Polda Metro Jaya melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Satuan Brimob dikerahkan untuk memberikan dukungan pengamanan selama operasi tersebut untuk memastikan kelancaran penyidikan dan penangkapan para pelaku. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, telah mengonfirmasi kehadiran Brimob dalam operasi tersebut.
Penangkapan 10 Remaja Yang Berniat Tawuran di Jakarta Timur
Dalam kegiatan patroli gabungan Brimob dan Tim Perintis Polres Metro Jakarta Timur, berhasil menangkap 10 remaja yang hendak melakukan tawuran di Jalan Raya Tengah, Jakarta Timur. Polisi mengamankan berbagai barang bukti termasuk senjata tajam, tongkat golf, sepeda motor, dan telepon genggam. Seluruh remaja yang ditangkap langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, Polri juga melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap 108 perwira tinggi dan menengah, termasuk di lingkungan Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan kunci seperti Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Metro Jaya mengalami perubahan dalam mutasi jabatan tersebut.
Sementara itu, BBPOM bersama pihak Polda Metro Jaya turut melakukan tindakan terhadap toko kosmetik di Ciracas, Jakarta Timur, yang kedapatan menjual obat keras ilegal tanpa izin edar. Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, menegaskan bahwa toko-toko yang melanggar aturan terkait penjualan obat keras akan ditindak tegas.
Terakhir, terdakwa kasus penculikan dan pembunuhan seorang kacab bank di Jakarta menampakkan penyesalan dan permintaan maaf saat menjalani sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Serka MN, salah satu terdakwa, menunjukkan penyesalan atas perbuatan yang dilakukannya.
