Pemerintah Daerah Siap Hadapi Potensi Karhutla
Sejumlah pemerintah daerah di wilayah rawan kebakaran mulai menaikkan status siaga, sementara Pemprov Sumsel menyiapkan langkah penanganan dari darat hingga udara.
Kabupaten Banyuasin Tetapkan Status Siaga Karhutla
Kabupaten Banyuasin resmi menetapkan status siaga karhutla mulai 13 Mei hingga 30 November 2026. Dengan penetapan ini, sudah lima daerah di Sumsel yang siaga menghadapi potensi karhutla tahun ini.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa Banyuasin adalah daerah terbaru yang menetapkan status siaga setelah sebelumnya dilakukan oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba). “Jadi total sudah lima daerah di Sumsel yang siaga menghadapi musim kemarau tahun ini,” ujar Sudirman.
Daerah-daerah tersebut, seperti OKI, Muba, dan Banyuasin, merupakan wilayah yang setiap tahun menghadapi ancaman karhutla, terutama kawasan dengan hamparan lahan gambut luas. Pemprov Sumsel sebelumnya juga telah menetapkan status siaga karhutla di tingkat provinsi.
Persiapan Penanganan Darat dan Udara
Tak hanya fokus pada penanganan darat, BPBD Sumsel juga mulai menyiapkan strategi pengendalian dari udara. Pemerintah telah mengusulkan bantuan armada helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BNPB akan mengirimkan secara bertahap empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlahnya bisa bertambah tergantung kondisi di lapangan,” kata Sudirman.
