Pemerintah Serius Tangani Blackout di Sumatera, PLN Dipercaya Percepat Pemulihan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden blackout yang terjadi di wilayah Sumatera. Hal ini disampaikan sebagai respons atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta dampak ekonomi dan sosial yang terjadi akibat gangguan tersebut.
Menurut Yuliot, investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan akar penyebab gangguan dan menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menyatakan pemerintah telah mengirim tim inspektur ke lapangan untuk mengawasi proses pemulihan.
Langkah PLN dalam Mempercepat Pemulihan
Tri Winarno juga menjelaskan bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah memberikan arahan kepada PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatera dengan membangun pembangkit dan transmisi berkapasitas 500 kV/275 kV. Selain itu, infrastruktur blackstart juga dipersiapkan untuk mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi dan menjelaskan bahwa efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera berasal dari gangguan pada sistem transmisi di Jambi. PLN mencatat bahwa lebih dari 8,5 juta pelanggan telah mendapatkan kembali pasokan listrik, dan beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang terdampak.
Proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap, terutama untuk pembangkit berbasis batubara yang memerlukan waktu sinkronisasi lebih panjang. PLN menegaskan bahwa pasokan daya pada Sistem Sumatera secara umum dalam kondisi cukup dan gangguan yang terjadi berkaitan dengan aspek sistem dan penyaluran energi listrik.
