Sosialisasi Program Digitalisasi di Surabaya
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan pesan penting dalam sosialisasi dan pendaftaran Program Digitalisasi di Aula Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Jumat, 12 Juni 2026.
“Kalau memang berhak mendapatkan bantuan pemerintah, jangan sampai ada yang terlewat,” tegas Fifi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bantuan sosial.
Keamanan Data Pribadi Penting
Masyarakat diminta agar tidak memberikan data pribadi, kode OTP, atau kata sandi kepada pihak yang tidak dikenal. Selain itu, tidak percaya kepada pihak yang meminta imbalan dengan alasan mempercepat pencairan bantuan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyoroti pentingnya perbaikan dan integrasi data dalam reformasi sistem perlindungan sosial nasional.
Menurut Robben, pemerintah sedang mengonsolidasikan berbagai sumber data yang selama ini terpisah, seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE, menjadi basis data yang lebih terpadu. Hal ini bertujuan agar kebijakan bantuan sosial dapat disusun berdasarkan kondisi riil masyarakat.
Robben mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 365.348 warga Surabaya yang belum terklaster dalam desil kesejahteraan. Kondisi ini perlu segera diselesaikan agar program pemerintah, termasuk bantuan sosial dan program pemberdayaan seperti Sekolah Rakyat, dapat menjangkau kelompok sasaran dengan lebih tepat.
“Data yang semakin akurat akan membuat intervensi pemerintah menjadi lebih tepat,” ujar Robben.
