Aksi Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia
Pengamat politik Ayip Tayana menyoroti pentingnya kepercayaan pasar, stabilitas politik, dan kebijakan fiskal yang disiplin dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan IHSG.
Aksi Mahasiswa dan Tingkat Ketidakstabilan Politik
Aksi mahasiswa yang seringkali melahirkan wacana Reformasi Jilid 2 dapat menimbulkan ketidakstabilan politik di Indonesia. Hal ini berpotensi memengaruhi aliran dana asing masuk ke dalam negeri, karena pasar keuangan sangat sensitif terhadap faktor politik.
Keberlanjutan tuntutan mahasiswa dan narasi Reformasi Jilid 2 juga turut berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor. Jika terus menerus ada ancaman terhadap kestabilan politik, investor bisa melakukan aksi menahan diri atau menarik investasi dari Indonesia.
Perbedaan dengan Krisis Moneter 1998
Meskipun Indonesia saat ini menghadapi tantangan ekonomi, namun dukungan terhadap pemerintah masih tetap kuat dan tidak ada krisis legitimasi politik yang cukup signifikan. Ayip menyebut bahwa upaya pelengseran kekuasaan akan sulit terjadi mengingat legitimasi elektoral pemerintahan Prabowo-Gibran yang masih kokoh.
Dengan legitimasi elektoral mencapai sekitar 72 persen dan dukungan dari sebagian besar partai politik, pembahasan seputar pelengseran kekuasaan menjadi kurang relevan dalam menjawab tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Memperkuat ekonomi dan stabilitas politik menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan pasar dan melestarikan aliran investasi asing ke Indonesia.
