Pada kegiatan Indonesia SEZ Business Forum 2024 di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia dapat mengikuti contoh negara-negara lain di Asia yang telah berhasil mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang produktif, seperti China, Vietnam, dan Thailand. Airlangga menjelaskan bahwa melalui KEK, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai arahan Presiden. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak tertinggal dari negara-negara lain dan menargetkan pengembangan KEK dalam waktu tiga hingga empat tahun.
Dalam konteks kondisi geopolitik yang ada, Airlangga melihat adanya momentum bagi Indonesia dalam mengembangkan KEK. Dia menyebut ketidakstabilan politik di Korea Selatan dan perubahan rezim di Suriah sebagai kesempatan untuk menarik investor dengan menunjukkan stabilitas politik di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Airlangga mendorong agar Indonesia bersaing dengan negara seperti Thailand dan Vietnam dalam memanfaatkan kesempatan baik tersebut.
Saat ini, terdapat sekitar 24 proyek KEK yang tersebar di berbagai sektor, termasuk manufaktur, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi digital. Investasi yang masuk ke KEK hingga tahun 2024 telah mencapai Rp. 242,5 triliun dengan menyerap 151 ribu tenaga kerja dan melibatkan 394 pelaku usaha. Airlangga menegaskan bahwa aliran investasi yang masif dan aktivitas industri dari proyek KEK tersebut dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi bagi Indonesia.
