Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kuswandi, kembali turun ke tengah masyarakat lewat reses kedua yang ia lakukan baru-baru ini. Agenda ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyerap aspirasi warga, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada isu ketahanan pangan yang kini menjadi perhatian penting di daerah.
Reses Jadi Jalur Menyerap Kebutuhan Warga
Kuswandi menegaskan, reses bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tugas dan fungsi anggota dewan dalam memastikan suara masyarakat benar-benar terdengar. Dalam momentum ini, ia menyoroti kondisi warga yang mulai bersiap menghadapi bulan puasa Ramadhan, di mana kebutuhan pokok biasanya ikut meningkat.
Untuk itu, ia mendorong adanya program sembako murah sebagai salah satu langkah yang dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama ketika situasi ekonomi sedang tidak mudah. Menurutnya, kepedulian seperti ini perlu terus dijaga agar kehadiran wakil rakyat terasa langsung manfaatnya.
Difokuskan di Dua Titik di Putussibau
Reses kedua Kuswandi kali ini difokuskan di dua lokasi, yakni Kelurahan Hilir Kantor, Jalan Beringin Putussibau, serta Kelurahan Putussibau Kota, Jalan M Dahar Putussibau. Dua titik tersebut menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan warga untuk menyampaikan kebutuhan, keluhan, maupun harapan yang berkembang di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan itu, Kuswandi berharap aspirasi yang dihimpun dapat menjadi bahan kerja yang nyata, sekaligus sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di Kapuas Hulu. Ia menekankan bahwa program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat akan selalu memiliki nilai penting, terutama jika bisa dijalankan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan Visi Ketahanan Pangan
Bagi Kuswandi, reses kali ini memiliki makna ganda: mendekatkan diri kepada warga dan ikut mendukung arah kebijakan nasional. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pertemuan tatap muka, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas di Kapuas Hulu, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi dan kebutuhan pangan sehari-hari.
Source link
