Polisi Selidiki Penipuan Jaringan Perdagangan Saham

Date:

Polisi Selidiki Penipuan Jaringan Perdagangan Saham

Polda Metro Jaya membongkar praktik online scamming yang menyaru sebagai tawaran investasi saham dan aset kripto. Modus ini dijalankan lewat media sosial, termasuk Facebook, dengan iming-iming keuntungan fantastis hingga 150 persen. Di balik janji cuan besar itu, para pelaku memanfaatkan teknologi informasi untuk mengarahkan korban mengikuti instruksi yang sudah mereka susun sejak awal.

Kerugian Tembus Rp18,3 Miliar

Kasus ini tidak berhenti pada satu atau dua korban. Berdasarkan laporan yang diterima, kerugian akibat penipuan tersebut mencapai lebih dari Rp18,3 miliar dengan total delapan korban. Polda Metro Jaya juga mengantongi laporan tambahan dari Polres, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY yang berkaitan dengan jaringan serupa. Temuan ini menunjukkan pola penipuan yang bekerja lintas wilayah dan memanfaatkan celah kepercayaan masyarakat terhadap investasi digital.

Dua Tersangka Ditangkap

Kepolisian telah menangkap dua tersangka dalam perkara ini, masing-masing seorang warga negara Malaysia dan seorang warga negara Indonesia. Keduanya diduga saling bekerja sama dalam menjalankan skema penipuan. Satu tersangka berperan merekrut calon korban, sementara tersangka lainnya menyiapkan modal untuk pembuatan rekening serta perusahaan fiktif yang dipakai sebagai sarana transaksi.

Sejumlah dokumen perusahaan, rekening, dan perlengkapan lain yang digunakan untuk mendukung aksi penipuan turut disita penyidik. Barang bukti itu menjadi bagian penting untuk menelusuri alur transaksi sekaligus memperkuat dugaan adanya jaringan terorganisir di balik kasus tersebut.

Disangkakan Berlapis

Kedua tersangka kini dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk ketentuan tentang penipuan, pencucian uang, dan transaksi elektronik. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun korban tambahan yang belum melapor. Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan terus berjalan untuk mengurai peran masing-masing pihak dalam jaringan ini.

Kasus tersebut kembali mengingatkan bahwa tawaran investasi dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat patut dicurigai sejak awal. Dalam praktik semacam ini, tampilan profesional dan bahasa meyakinkan kerap dipakai untuk menutup skema yang sebenarnya dirancang untuk menguras dana korban.

Source link

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Berapa Lama Abu Vulkanik Bertahan Setelah Erupsi Gunung?

Endapan abu dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta...

**DJP Serahkan Tersangka Kasus Pajak, Negara Rugi Rp3,32 Miliar**

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Pusat menyerahkan...

Daftar 11 Gunung Api Indonesia yang Erupsi Sepanjang 2026

Sebanyak 11 gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi...

Redmi Note 17 Pro Max 5G: LPDDR5X dan UFS 4.0 Kencang

Redmi Note 17 Series akan resmi diperkenalkan di Indonesia...