Polisi Ungkap Kronologi Pencemaran Nama Baik yang Menimpa Coach Justin
Polda Metro Jaya membeberkan kronologi dugaan pencemaran nama baik yang dialami pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin, pada April 2025. Kasus ini mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial dinilai memuat fitnah dan menyerang reputasinya tanpa pernah berasal dari pernyataannya sendiri.
Unggahan di Berbagai Platform Jadi Pemicu Laporan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa konten yang dipersoalkan tersebar di beberapa platform, mulai dari Facebook, Instagram, X, hingga TikTok. Unggahan-unggahan itu disebut mencemarkan nama baik Coach Justin dan memunculkan kesan seolah-olah ia mengucapkan hal-hal tertentu yang sebenarnya tidak pernah ia sampaikan.
Situasi tersebut membuat Coach Justin merasa dirugikan. Nama baiknya, kata polisi, ikut tercoreng akibat penyebaran konten yang tidak disertai komentar atau pernyataan langsung darinya. Karena itu, ia kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melapor ke SPKT Polda Metro Jaya agar kasus ini diproses lebih lanjut melalui penyelidikan dan penyidikan.
Laporan Teregistrasi dan Bawa Barang Bukti Digital
Dalam proses pelaporan, Coach Justin menyerahkan sejumlah barang bukti, di antaranya salinan postingan dari media sosial serta sebuah flashdisk USB digital yang berisi tautan atau URL unggahan terkait. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2442/IV/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 14 April 2025.
Adapun terlapor dalam perkara ini masih berstatus dalam lidik. Laporan itu dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Coach Justin Sebut Fitnah Kali Ini Terlalu Masif
Coach Justin menyampaikan bahwa akun-akun media sosial tersebut menyebarkan pernyataan yang tidak pernah ia keluarkan, lalu memicu respons negatif dari warganet. Ia juga menyebut telah melaporkan sejumlah akun sejak 15 April 2025 terkait dugaan fitnah yang mengaitkan dirinya dengan komentar soal performa Timnas Indonesia U-17.
Meski mengaku bukan kali pertama menjadi sasaran fitnah, Coach Justin menilai serangan kali ini berbeda karena berlangsung dalam skala yang jauh lebih masif. Menurut dia, penyebaran konten semacam ini bukan hanya menyerang pribadi, tetapi juga membentuk opini publik yang keliru tentang dirinya.
Source link
