DPRD Kabupaten Pangandaran mulai menekan rem pengeluaran di tengah tuntutan pengelolaan fiskal yang makin ketat. Di saat daerah lain masih sibuk menambah fasilitas, lembaga legislatif di Pangandaran justru memilih langkah sebaliknya: menahan belanja yang dianggap tidak mendesak dan mendorong disiplin anggaran dari dalam tubuh pemerintahan daerah.
Efisiensi Jadi Sikap Politik Anggaran
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar jargon, melainkan sikap yang harus ditunjukkan lewat tindakan nyata. Salah satunya dengan tidak membeli mobil dinas serta memangkas biaya perjalanan dinas. Menurut dia, langkah internal seperti ini penting agar DPRD ikut memberi contoh saat daerah menghadapi tekanan keuangan.
Asep menilai, upaya penghematan tidak akan berarti besar jika hanya dilakukan satu pihak. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga mengambil langkah serupa dengan menata ulang belanja dan menahan pos-pos pengeluaran yang belum mendesak. Dengan cara itu, pengetatan fiskal bisa berjalan lebih konsisten dan tidak berhenti di tingkat wacana.
Utang Daerah Perlu Ditangani Bertahap
Selain efisiensi belanja, Asep juga menyoroti pentingnya strategi pengelolaan keuangan yang lebih terarah, terutama terkait pelunasan utang pemerintah daerah. Ia mendorong Pemkab Pangandaran menyusun pola pembayaran yang jelas, termasuk pelunasan utang setiap semester agar beban fiskal tidak menumpuk dan mengganggu agenda pembangunan berikutnya.
Menurut pandangan DPRD, kondisi keuangan daerah hanya bisa membaik jika ada komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif. Tanpa arah kebijakan yang tegas, upaya memperbaiki ruang fiskal akan berjalan lambat dan berisiko menghambat program-program prioritas yang dibutuhkan masyarakat.
Fokus pada Pembangunan yang Tetap Bergerak
DPRD Pangandaran menempatkan efisiensi sebagai jalan untuk menjaga agar pembangunan tetap berjalan, meski dalam situasi anggaran yang tidak longgar. Harapannya, penghematan tidak sekadar memangkas belanja, tetapi juga membuka ruang bagi program yang lebih produktif, terukur, dan benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
