Samsung Jual Saham Rp19 Triliun untuk Bayar Pajak Warisan

Date:

Samsung Lepas Saham Rp19 Triliun, Keluarga Lee Kembali Siapkan Dana Pajak Warisan

Samsung Electronics tengah berada di persimpangan yang tak biasa: di satu sisi sahamnya melaju kencang, di sisi lain keluarga pengendali justru bersiap melepas sebagian kepemilikan untuk menutup kewajiban pajak warisan. Pada 18 Oktober 2025, penjualan sekitar 17,7 juta saham Samsung Electronics dilakukan untuk membayar pajak dan pinjaman keluarga, menurut dokumen yang diajukan ke Bursa Efek Korea. Transaksi itu diatur oleh Shinhan Bank dan ditargetkan rampung pada April tahun depan.

Langkah untuk menutup beban warisan Lee Kun-hee

Penjualan saham ini dipandang sebagai bagian dari upaya keluarga Lee menghimpun dana untuk kewajiban pajak warisan yang diperkirakan mencapai 12 triliun won setelah wafatnya pendiri Samsung, Lee Kun-hee, pada 2020. Meski angka tersebut sudah lama menjadi beban besar bagi keluarga, tekanan itu kembali mencuat karena strategi pelepasan saham dilakukan saat harga Samsung sedang menguat.

Bagi pasar, keputusan ini bukan sekadar transaksi keluarga. Di tengah reli harga, pelepasan saham bernilai besar bisa menjadi sinyal bahwa keluarga pengendali masih harus mengatur ulang struktur keuangannya demi memenuhi kewajiban yang belum selesai.

Saham melonjak, investor ritel berharap tembus 100.000 won

Kinerja saham Samsung memang sedang berada dalam fase kuat. Dukungan datang setelah pengumuman kerja sama dengan Tesla dan kontrak pasokan chip dari OpenAI. Sejak Juli, saham perusahaan itu telah naik lebih dari 48%. Pada penutupan perdagangan Jumat, harga saham Samsung naik 0,2% menjadi 97.900 won per lembar.

Lonjakan tersebut memantik optimisme investor individu, yang selama ini menjadikan Samsung Electronics sebagai “saham nasional”. Sekitar lima juta investor ritel menaruh harapan harga saham itu bisa menembus 100.000 won, terutama setelah reli terbaru yang mengangkat sentimen pasar.

Efek ke pasar dan strategi keluarga Lee

Di sisi lain, langkah keluarga Lee menjual saham saat harga menguat berpotensi meredam semangat sebagian investor ritel. Tahun lalu, Samsung juga menyiapkan pembelian kembali saham senilai 10 triliun won untuk menjaga nilai saham sekaligus membantu keluarga Lee dalam persiapan pembayaran pajak warisan. Kombinasi aksi korporasi dan kebutuhan keluarga pengendali ini membuat pergerakan saham Samsung terus menjadi perhatian pasar Korea.

Menurut Park Ju-gun, kepala firma analisis Leaders Index, langkah-langkah semacam ini dapat berdampak pada pasar saham di Korea. Karena status Samsung sebagai raksasa teknologi sekaligus simbol pasar domestik, setiap keputusan yang menyangkut saham perusahaan itu hampir selalu dibaca lebih luas daripada sekadar urusan internal keluarga.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Harris Arthur Hedar Kembali Posisi Komisaris Independen WIKA

Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jabat Komisaris Independen WIKA Pada...

Raperda DKI: Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Gubernur DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Raperda untuk Pelindungan Perempuan Jakarta...

Kasus Bea Cukai: KPK Buka Peluang Jerat Pengusaha Rokok

KPK Mendalami Konstruksi Hukum Terkait Dugaan Pemberian Uang dari...

Penanganan Kriminal dan Peredaran Narkoba: Dari Lapas hingga Parkir Liar

Peristiwa Kriminal di Jakarta: Dari Peredaran Narkoba di Lapas...