Jupiter Soroti Kebocoran Parkir Jakarta, DPRD Bentuk Pansus Perparkiran
Di tengah anggaran Jakarta yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun, ada satu sumber pendapatan daerah yang selama ini terus disorot karena rawan bocor: sektor parkir. Isu ini bukan hal baru, tetapi baru belakangan mendapat dorongan serius setelah legislator muda Jupiter mengangkat temuan yang menunjukkan adanya potensi kehilangan pendapatan hingga Rp1,5 triliun per tahun akibat tata kelola parkir yang tidak tertib.
Temuan Jupiter Picu Langkah Politik di DPRD
Selama bertahun-tahun, kebocoran di sektor perparkiran kerap hanya menjadi bahan obrolan informal tanpa penanganan yang tegas. Jupiter mengubah situasi itu dengan mendorong pembahasan yang lebih konkret di DPRD DKI Jakarta. Hasil penelitiannya menjadi dasar bagi pembentukan Panitia Khusus atau Pansus Perparkiran, dan ia ditunjuk sebagai ketua.
Keputusan ini langsung menarik perhatian publik sekaligus memicu reaksi keras dari para pelaku usaha parkir di Jakarta. Sejumlah lokasi parkir bahkan ikut disegel karena dinilai ilegal, menandakan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi juga menyentuh praktik yang sudah lama dibiarkan berjalan.
Dorongan Cashless dari Gubernur Pramono Anung
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut merespons dengan dukungan terhadap pembenahan sistem. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penerapan pembayaran non-tunai atau cashless yang terhubung langsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Skema ini dianggap bisa mempersempit ruang kebocoran karena transaksi tercatat lebih jelas dan sulit dimanipulasi.
Gagasan tersebut sejalan dengan kritik utama terhadap pengelolaan parkir selama ini: terlalu banyak celah dalam pencatatan, setoran, dan pengawasan. Jika sistem non-tunai benar-benar diterapkan secara konsisten, maka praktik yang merugikan daerah diharapkan tidak lagi mudah berkembang.
Profil Legislator Muda yang Menyorot Isu Strategis
Jupiter dikenal sebagai sosok muda asal Bangka Belitung dengan latar belakang ekonomi yang kuat. Sebelum masuk ke dunia politik, ia lebih dulu menekuni dunia usaha dan berhasil di berbagai bidang. Pengalaman itu membuatnya menaruh perhatian pada isu-isu yang langsung berkaitan dengan kepentingan warga, mulai dari pengangguran, pendidikan, transportasi publik, hingga pangan.
Melalui langkahnya di Pansus Perparkiran, Jupiter kini menghadapi ujian yang lebih besar: apakah dorongan politik ini benar-benar mampu menutup kebocoran pendapatan daerah dan memperbaiki kepercayaan publik terhadap DPRD DKI Jakarta. Persoalan parkir yang selama ini tampak sepele justru bisa menjadi pintu masuk untuk mengubah cara ibu kota mengelola salah satu sumber PAD yang paling rentan diselewengkan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
