KAI Commuter bergerak cepat menanggapi laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line. Perusahaan memastikan, begitu laporan diterima, petugas langsung menelusuri jejak terduga pelaku melalui sistem CCTV Analytic berdasarkan ciri yang disampaikan korban. Dari proses itu, identitas pelaku kemudian dikonfirmasi bersama korban sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam daftar cekal atau blacklist.
Pelaku Terdeteksi Saat Kembali Masuk Stasiun
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan sistem keamanan kemudian mengirimkan notifikasi ketika terduga pelaku kembali terpantau masuk ke area stasiun dan naik Commuter Line. Menyusul peringatan itu, petugas segera berkoordinasi untuk mengamankan pelaku dan membawanya ke Stasiun Bojonggede guna menjalani pemeriksaan awal.
Setelah pemeriksaan dan proses pemanggilan korban dilakukan, petugas KAI Commuter mendampingi korban membuat laporan resmi. Pelaku lalu diserahkan ke Polres Depok untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pendampingan untuk Korban Jadi Prioritas
KAI Commuter menegaskan akan memberikan pendampingan kepada korban, baik dari sisi hukum maupun psikologis. Perusahaan menyampaikan langkah itu sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan agar korban tidak menghadapi proses ini sendirian.
Dalam pernyataannya, KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami korban. Di sisi lain, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan dan rasa aman bagi seluruh pengguna transportasi publik tersebut, dengan tetap mengutamakan kepentingan korban dalam setiap penanganan kasus.
Imbauan bagi Penumpang untuk Lebih Waspada
KAI Commuter turut mengingatkan pengguna agar lebih peduli terhadap situasi di sekeliling saat berada di Commuter Line. Penumpang diminta berani bertindak dan segera melapor jika melihat atau mengalami dugaan pelecehan seksual, baik kepada petugas di lapangan maupun melalui call center 021-121 dan kanal media sosial resmi KAI Commuter.
Sebelumnya, sebuah video terkait kronologi insiden ini sempat beredar di media sosial TikTok dan memicu perhatian publik. KAI Commuter berharap kejadian serupa tidak terulang, sekaligus meminta kerja sama semua pihak untuk menjaga ruang publik tetap aman bagi penumpang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
