PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bergerak cepat menyusul kecelakaan yang melibatkan armada bus dan sepeda motor di Jalan Gunung Sahari, Jakarta, arah Kampung Melayu, pada Rabu (4/3). Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam detik-detik insiden tersebut sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan dan memastikan kronologi kejadian dapat diurai secara jelas.
Transjakarta Serahkan Rekaman dan Kooperatif
Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyebut perusahaan tidak hanya menyerahkan bukti rekaman, tetapi juga berkoordinasi penuh dengan aparat. Menurut dia, langkah itu penting agar penanganan kasus berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan simpang siur di tengah publik.
Dari rekaman yang ada, sepeda motor terlihat berupaya menyalip bus dari sisi kiri dengan kecepatan tinggi. Kendaraan roda dua itu kemudian menabrak separator atau MCB, lalu terjatuh di jalur bus sebelum bersentuhan dengan bus yang saat itu melaju sekitar 40 km/jam.
Korban dan Penanganan di Lokasi
Peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka dan kini menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Bus yang terlibat dalam kecelakaan juga telah diamankan di Unit Laka Lantas Pancoran sebagai bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut.
Transjakarta kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat berada di sekitar jalur khusus bus. Perusahaan menekankan bahwa disiplin berlalu lintas menjadi kunci keselamatan, sebab satu manuver berisiko bisa berujung pada kecelakaan fatal seperti yang terjadi di Gunung Sahari.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
