Satpol PP Jaksel Sita 86 Botol Miras Ilegal Selama Ramadhan
Di tengah suasana Ramadhan, Satpol PP Jakarta Selatan memperketat pengawasan lapangan untuk menjaga ketertiban umum. Hasilnya, petugas menyita 86 botol minuman keras ilegal dalam operasi penertiban yang dilakukan di wilayah Jakarta Selatan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan potensi gangguan selama bulan suci, sekaligus memastikan ruang publik tetap kondusif.
Temuan di Cilandak dan Pesanggrahan
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan di sejumlah titik, termasuk Kecamatan Cilandak. Di lokasi itu, petugas menemukan 86 botol minuman beralkohol tanpa izin. Sementara di Kecamatan Pesanggrahan, aparat juga mengamankan 1.336 butir obat-obatan terlarang yang diduga beredar tanpa pengawasan resmi.
Penertiban tersebut tidak berhenti pada minuman beralkohol ilegal. Satpol PP Jaksel juga menindak penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, serta sejumlah pekerja seks komersial yang diamankan dalam rangkaian kegiatan pengawasan itu.
Sanksi Tertulis dan Pemusnahan Barang Bukti
Untuk para pelaku usaha yang kedapatan menjual minuman beralkohol ilegal dan obat-obatan terlarang, petugas memberikan sanksi tertulis sekaligus melakukan pemusnahan barang bukti. Sementara itu, Pekerja Sosial Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan pihak lain yang turut terjaring penertiban diserahkan penanganannya kepada Dinas Sosial.
Nanto menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar operasi rutin, melainkan bagian dari komitmen menjaga suasana Ramadhan tetap aman dan tertib di Jakarta Selatan.
Ajakan Libatkan Warga dan Orang Tua
Ia juga mengimbau seluruh jajaran Satpol PP Jakarta Selatan untuk memperkuat kerja sama dengan pengurus lingkungan dan masyarakat. Menurutnya, pengawasan di tingkat bawah menjadi kunci agar pelanggaran serupa tidak terus berulang.
Di sisi lain, Nanto meminta orang tua lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak selama bulan Ramadhan. Ia mengingatkan agar kenakalan remaja dan kegiatan negatif bisa dicegah sejak awal, sehingga bulan suci benar-benar menjadi momen yang tertib dan aman bagi warga.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
