Peringatan sentimen geopolitik kembali mengguncang pasar saham Eropa. Tekanan jual meluas ke berbagai sektor, dari teknologi hingga perbankan, setelah investor menangkap sinyal bahwa ketegangan di Timur Tengah berpotensi memanas. Di tengah kekhawatiran itu, indeks-indeks utama di kawasan Eropa kompak melemah dan menutup pekan dengan nada rapuh.
STOXX 50 dan STOXX 600 tertekan
Indeks STOXX 50 zona Euro turun 1,9 persen dan jatuh ke level terendah sejak September. Sementara itu, STOXX 600 pan-Eropa merosot 1,72 persen ke posisi 574. Koreksi ini menegaskan bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap isu geopolitik, tetapi juga terhadap pelemahan sentimen pada saham-saham besar yang selama ini menjadi penopang indeks.
Tekanan paling terasa datang dari sektor teknologi global. ASML dan SAP sama-sama terkoreksi lebih dari 3,5 persen. Di sisi lain, sektor perbankan ikut terbebani oleh aksi jual obligasi pemerintah yang belum mereda. Kondisi itu menyeret nama-nama besar seperti UniCredit, BNP Paribas, dan Intesa Sanpaolo ke zona merah.
Jerman, Inggris, dan Prancis ikut terseret
Di Jerman, indeks DAX 40 Frankfurt turun sekitar 2 persen ke level 22.380, sekaligus menyentuh titik terendah sejak April 2025. Pasar semakin waspada setelah Amerika Serikat melaporkan pengiriman armada tempur tambahan ke Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.
Efeknya terlihat jelas pada saham-saham sensitif terhadap sentimen global. E.ON melemah 5,7 persen, sedangkan Siemens dan Rheinmetall turun lebih dari 3 persen. Meski Heidelberg Materials dan Infineon sempat mencatat penguatan tipis, indeks Jerman tetap menutup pekan dengan kerugian 4,6 persen.
Di Inggris, FTSE 100 juga tak luput dari tekanan dan turun lebih dari 1 persen ke level terendah tahun ini. Kenaikan harga minyak serta langkah agresif Bank of England memunculkan kekhawatiran baru soal spiral inflasi. HSBC dan Barclays melemah, sementara Shell dan BP turun hingga 3,3 persen. EasyJet memberi sedikit penopang, tetapi belum cukup untuk membalikkan arah indeks yang mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut.
Investor menjauh dari saham defensif dan mewah
Prancis mengalami pola serupa. CAC 40 turun 1,8 persen ke level 7.666 setelah harapan terhadap de-eskalasi diplomatis mulai memudar. Investor bergerak keluar dari saham barang mewah dan teknologi, dengan Hermes International turun 4,9 persen. Tekanan juga menghampiri sektor pertahanan dan keuangan, termasuk Safran dan Societe Generale, yang ikut terseret ketidakpastian geopolitik.
Rangkaian pelemahan ini memperlihatkan bahwa pasar Eropa sedang berada dalam mode hati-hati. Ketika ketegangan politik meningkat dan ekspektasi suku bunga bank sentral tetap ketat, ruang bagi reli saham menjadi semakin sempit. Source link
