Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, menyoroti pentingnya hubungan antara BIN (Badan Intelijen Negara) dan MSS (Ministry of State Security) dalam konteks pergeseran tatanan dunia menuju sistem multipolar. Dalam keterangannya, Amir mengatakan bahwa kerja sama antara kedua lembaga tersebut bukan hanya sebatas pertukaran informasi intelijen, tetapi juga merupakan bagian dari strategi reposisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Menurut Amir, kerja sama intelijen telah menjadi instrumen penting dalam membangun pengaruh geopolitik di era modern.
MSS, yang merupakan badan intelijen kuat di Asia dengan fokus pada kontraintelijen, keamanan nasional, dan kepentingan ekonomi global China, dipandang sebagai mitra strategis bagi BIN. Sementara BIN sendiri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas domestik Indonesia serta mengidentifikasi ancaman baik dari dalam negeri maupun dari luar, seperti terorisme dan konflik geopolitik. Amir menekankan bahwa kerja sama yang kuat antara BIN dan MSS akan memungkinkan pertukaran data strategis, termasuk potensi ancaman regional, jalur perdagangan, dan keamanan energi. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya Prabowo untuk membangun kekuatan global Indonesia yang seimbang antara Barat dan Timur.
