Warga sekitar dan pengguna transportasi di sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, merasa resah dengan maraknya aksi komplotan pencopetan. Seorang ojek pangkalan setempat, Edi (62), mengungkapkan bahwa aktivitas mencurigakan di area JPO sudah bukan hal baru. Menurut Edi, orang-orang tersebut sering berkumpul di sekitar trotoar dan JPO, bukan dari lingkungan sekitar, dan diduga sebagai pelaku kejahatan jalanan.
Kondisi ini membuat masyarakat sekitar merasa khawatir dan tidak nyaman. Untuk mengatasi masalah tersebut, Edi berharap aparat berwenang segera mengambil tindakan tegas. Kekhawatiran yang sama dirasakan Lisa (25), pengguna Kereta Rel Listrik (KRL), yang melintasi JPO di kawasan tersebut setiap hari. Lisa merasa khawatir dan takut terutama setelah mendengar kabar maraknya pencopetan.
Keberadaan orang-orang yang tidak dikenal di sekitar JPO membuat situasi tidak nyaman dan menciptakan rasa khawatir bagi para pengguna yang melintas. Lisa mengatakan bahwa untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ia harus lebih waspada dengan barang bawaannya dan telah mengubah kebiasaan dengan memindahkan tasnya ke depan tubuh saat melintas di area tersebut.
Untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, Lisa berharap adanya peningkatan pengawasan di area JPO dengan kehadiran petugas keamanan. Sebuah video aksi pencopetan yang direkam saksi viral di media sosial, menunjukkan salah satu pelaku yang beraksi di sekitar trotoar Jalan Raya Bekasi Barat, tepatnya JPO Stasiun Jatinegara. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan desakan agar tindakan tegas diambil untuk menjaga keamanan warga sekitar dan para pengguna transportasi di area tersebut.
