Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al-Misry (SAM) di Bogor terus membuka lapisan baru. Nama Ustaz Abi Makki kini ikut muncul sebagai saksi yang memberikan keterangan soal pola yang diduga digunakan SAM untuk mendekati para santri. Salah satu yang disorot adalah janji bisa sekolah ke Mesir, sebuah iming-iming yang disebut menjadi daya tarik bagi korban.
Janji Sekolah ke Mesir Jadi Modus yang Disorot
Menurut keterangan Ustaz Abi Makki, korban disebut sempat dijanjikan kesempatan menempuh pendidikan di Mesir. Bukan hanya satu orang, janji serupa juga dikabarkan diarahkan kepada para santri lain. Dalam penjelasannya, dana untuk memberangkatkan santri ke Mesir disebut berasal dari dana umat, bukan dari kantong pribadi SAM.
Pola ini membuat perkara tersebut tidak lagi dipandang sekadar persoalan personal, melainkan menyangkut kepercayaan yang dibangun di lingkungan pendidikan dan keagamaan. Iming-iming sekolah gratis ke luar negeri diduga dipakai untuk memengaruhi para santri agar mengikuti arahan pelaku.
Laporan ke Mabes Polri Setelah Tabayyun
Kasus dugaan pelecehan seksual itu dilaporkan ke Mabes Polri setelah para guru dan tokoh agama melakukan tabayyun terhadap SAM. Meski sebelumnya SAM disebut telah meminta maaf atas perbuatannya, laporan baru kembali muncul pada 2025. Informasi yang dihimpun dalam laporan itu memuat dugaan pelecehan yang dialami para santri di sejumlah tempat, termasuk di tempat ibadah.
Korban dalam laporan tersebut disebut berasal dari dua kelompok, yakni di bawah umur dan dewasa. Keduanya dilaporkan mengalami pelecehan secara berulang.
Nomor Laporan Resmi
Perkara ini telah masuk ke Mabes Polri dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI pada 28 November 2025. Dengan masuknya laporan resmi itu, penyelidikan terhadap dugaan pelecehan yang menyeret nama SAM kini menjadi sorotan serius, terutama karena menyangkut relasi kuasa, pendidikan, dan kepercayaan para santri terhadap figur agama.
Source link
