Ketua Komisi X DPR: Pendidikan Tinggi Harus Lebih dari Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan industri tanpa mengorbankan fungsi utama perguruan tinggi. Menurutnya, pendekatan transformasi lebih tepat daripada penutupan massal prodi-prodi yang dianggap kurang relevan.
Relevansi Pendidikan Tinggi
Hatifah menegaskan bahwa setiap kebijakan terkait program studi harus didasarkan pada kajian yang komprehensif, bukan hanya merespons tren jangka pendek. Perguruan tinggi memiliki peranan yang luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kritikal berpikir bangsa.
Ia juga menyoroti bahwa orientasi efisiensi yang berlebihan dapat menyempitkan ekosistem keilmuan dan melemahkan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat peradaban. Oleh karena itu, evaluasi program studi perlu dilakukan secara berkala, transparan, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Masa Transisi yang Adil
Sebagai Legislator Golkar, Hetifah menekankan perlunya adanya masa transisi yang adil dan perlindungan penuh bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan penyesuaian terhadap program studi yang kurang relevan. Komisi X DPR RI sebagai mitra kerja pemerintah akan memastikan kebijakan ini berjalan dengan terukur dan adil tanpa mengorbankan masa depan ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, penting bagi perguruan tinggi untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti pendidikan tinggi yang seharusnya dijunjung tinggi.
